PERTANIAN ORGANIK DENGAN EKSTRAK BAHAN ALAMI
Starting: Rp50.000
Penulis : Setyono Yudo Tyasmoro, Salmita Salman, Santi Kusuma Fajarwati, June A Putinella, Diana Y.L Serangmo, Sudiarso, Desfal Triati
Description
Reviews (0)
Description
| Weight | N/A |
|---|---|
| SKU | N/A |
| Category | Proses ISBN |
Buku referensi ini bahasan tentang Pengantar Pertanian Organik, Dasar-Dasar Agroekologi, Bahan Alami dalam Pertanian Organik, Pengelolaan Tanah Secara Organik, Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Padat, Pestisida Nabati dan Pengendalian Hama Organik, Teknik Budidaya Pertanian Organik. Pada mulanya budidaya pertanian dilakukan hanya dengan menggunakan sumberdaya alam yaitu pupuk kandang, kompos, dan tanaman legume serta menanam varietas lokal. Praktik pertanian organik yang menggunakan sumberdaya alam biologis merupakan satu-satunya pilihan bagi para petani sebelum munculnya pupuk sintetis kimia, pestisida, obat- obatan, mekanisasi, dan bahan bakar fosil yang memungkinkan berjalannya pertanian industri. Para petani tidak memiliki pilihan selain bekerja dalam batasan sistem biologis dan ekologis, satu-satunya sumber pupuk untuk menggantikan unsur hara dari lahan pertanian adalah kotoran hewan, kompos dan tanaman legum. Pertanian Organik dicirikan dengan penggunaan input organik seperti pupuk organik, pestisida organik, pengolahan lahan yang minimal, pengendalian hama dan penyakit secara alami misal rotasi tanaman (Tyasmoro, 2023). Kegagalan dalam melakukan rotasi tanaman menyebabkan penumpukan hama, karena tidak adanya pestisida untuk mengendalikannya. Dari sudut pandang ini, pertanian organik (pertanian tradisionil) merupakan bentuk pertanian yang asli dan umum, sedangkan pertanian industri yang sekarang disebut sebagai pertanian konvensional-lah yang justru menyimpang dari praktik-praktik pertanian yang telah dijalankan sejak awal mula pertanian itu sendiri.
Awal mula pemisahan antara pertanian organik dan industri terjadi pada awal abad ke-19, ketika ditemukan bahwa tanaman menyerap garam-garam mineral yang terkandung dalam humus dan pupuk kandang, bukan menyerap bahan organiknya secara langsung. Tokoh kunci perintis teori ini adalah Sir Humphrey Davy dan Justus von Liebig; mereka menyatakan bahwa pupuk mineral anorganik dapat menggantikan pupuk kandang serta membawa pertanian ke dalam ranah ilmiah, yang akan meningkatkan produksi dan efisiensi. Revolusi pertanian bermula pada tahun 1840-an, yang ditandai dengan produksi komersial pupuk anorganik.
Reviews (0)
Leave a Reply







Reviews
There are no reviews yet.