BUKU AJAR FORTIFIKASI PANGAN
Starting: Rp40.000
Penulis : Prof. Dr. Ir. Hidayah Dwiyanti, M.Si, Dr. Ir. V. Prihananto, M.Si
ISBN : 978-634-7310-11-8
Description
Reviews (0)
Description
| SKU | N/A |
|---|---|
| Category | Teknologi Pangan |
Pangan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Manusia tidak dapat mempertahankan hidupnya tanpa adanya pangan. Karena itu, usaha pemenuhan kebutuhan pangan merupakan suatu usaha kemanusiaan yang mendasar. Beberapa ahli bahkan menyatakan kebutuhan atas pangan merupakan suatu hak asasi manusia yang paling dasar. Dalam kaitan ini, penjelasan Undang-undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan, bahkan secara tegas menyatakan bahwa “Pangan sebagai kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya merupakan hak asasi setiap rakyat Indonesia harus senantiasa tersedia cukup setiap waktu, aman, bermutu, bergizi, dan beragam dengan harga yang terjangkau oleh daya beli masyarakat”. Pengertian pangan sebagai hak asasi manusia tidak hanya bersifat kuantitatif saja, tetapi juga mencakup aspek kualitatif. Pangan yang tersedia haruslah pangan yang aman untuk dikonsumsi, bermutu dan bergizi. Oleh karena itu, pembicaraan terkait pangan tidak dapat dipisahkan dengan gizi. Bentuk tidak terpenuhinya hak asasi atas pangan dan gizi yang paling umum adalah kekurangan pangan alias kelaparan. Namun demikian, harus disadari bahwa kelaparan mempunyai beberapa tingkatan, yang jika terjadi secara cukup lama dan terus-menerus, akan berkontribusi pada terjadinya kemunduran/penurunan status kesehatan, produktivitas,dan akhirnya ikut pula mempengaruhi tingkat intelektualitas dan status sosial. Tingkat-tingkat kelaparan antara lain dipengaruhi oleh : a) jumlah konsumsi bahan pangan, b) jenis dan kualitas bahan pangan yang dikonsumsi, atau c) kombinasi antara kedua faktor tersebut.
Salah satu prioritas tujuan dalam bidang kesehatan dan gizi yang tercantum dalam Rencanan Pembangunan Nasional adalah terciptanya peningkatan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat yang setinggi tingginya. Saat ini Indonesia masih mengalami triple burden of malnutrition atau tiga beban malnutrisi gizi, yaitu wasting, overweight dan stunting. Selain itu Indonesia juga masih dihadapkan pada masalah defisiensi gizi mikro seperti kekurangan vitamin A, gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) dan anemia defisiensi besi. Kekurangan zat gizi mikro esensial mengakibatkan ketidakmampuan belajar dengan baik, keterlambatan mental, kesehatan yang buruk, kapasitas kerja yang rendah, kebutaan, dan kematian yang prematur. Hal ini mengakibatkan kehilangan potensi sosial ekonomi dari masyarakat.
Masalah kekurangan zat gizi mikro merupakan fenomena yang sangat jelas menunjukkan rendahnya asupan zat gizi dari menu sehari-hari. Untuk itu, intervensi gizi yang mampu menjamin konsumsi makanan masyarakat mengandung cukup zat gizi mikro perlu dilakukan. Selain itu, peranan zat gizi mikro secara lengkap perlu dikembangkan untuk daerah miskin dan sulit terjangkau dengan memberdayakan keanekaragaman makanan lokal untuk peningkatan status gizi mikro masyarakat. Atas dasar itulah maka perlu dilakukan terobosan teknologi yang murah, memberikan dampak yang nyata, diterima oleh masyarakat dan berkelanjutan. Diantara berbagai solusi perbaikan gizi, fortifikasi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan.
ISBN : 978-634-7310-11-8
Reviews (0)
Leave a Reply







Reviews
There are no reviews yet.