Peranan Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Berbasis Sumber Daya dan Kearifan Lokal untuk Mewujudkan Pangan Sehat
Starting: Rp30.000
Description
Reviews (0)
Description
| Weight | 130 g |
|---|---|
| SKU | N/A |
| Category | Teknologi Pangan |
Buku “peranan teknologi pengolahan dan pengawetan pangan yang berbasis pada sumber daya serta kearifan lokal untuk mewujudkan pangan yang sehat“, dengan tujuan utama mewujudkan pangan yang sehat. Di tengah krisis pangan yang melanda dunia, buku ini hadir untuk menawarkan solusi melalui pemanfaatan sumber daya alam dan kearifan lokal yang berkelanjutan.
1. Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan
Buku ini memulai dengan pembahasan mengenai teknologi pengolahan bahan pangan, yaitu proses mengubah bahan makanan menjadi bentuk lain agar lebih mudah dikonsumsi. Pangan lokal, sebagai produk yang telah lama diproduksi dan dikonsumsi oleh masyarakat setempat, mendapat perhatian khusus. Dalam hal ini, kearifan lokal memiliki peran penting dalam menopang ketahanan pangan nasional. Pengolahan pangan sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas, memperpanjang masa simpan, mencegah aktivitas mikroorganisme berbahaya, meningkatkan gizi, serta memperbaiki tampilan, rasa, tekstur, dan aroma bahan pangan.
2. Peranan Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan Berbasis Sumber Daya dan Kearifan Lokal dalam Mewujudkan Pangan Sehat
Buku ini menyoroti pentingnya teknologi pengolahan dan pengawetan pangan yang berbasis sumber daya alam dan kearifan lokal. Teknologi ini tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga memanfaatkan sumber daya alam secara optimal. Selain itu, teknologi ini juga mempromosikan penggunaan bahan baku lokal yang lebih segar dan berkualitas, seperti kelapa, keladi, dan sagu. Kearifan lokal juga berperan dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan tradisi dalam produksi pangan, misalnya melalui metode pengawetan tradisional seperti fermentasi.
3. Kearifan Lokal di Bidang Pangan dan Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa
Salah satu contoh kearifan lokal yang diangkat dalam buku ini adalah pemanfaatan asap cair tempurung kelapa sebagai pengawet alami. Asap cair ini dihasilkan melalui proses pirolisis, yaitu pembakaran tempurung kelapa pada suhu tertentu dengan oksigen terbatas. Asap cair tempurung kelapa memiliki potensi besar sebagai pengawet makanan yang sehat dan ramah lingkungan, serta dapat menggantikan bahan pengawet berbahaya seperti formalin.
4. Bentuk-Bentuk Pangan Sehat Lainnya
Selain pemanfaatan asap cair, buku ini juga membahas bentuk-bentuk pangan sehat lainnya yang dapat dikembangkan. Salah satunya adalah keju cottage dengan penambahan belimbing wuluh. Inovasi ini menunjukkan bahwa pangan sehat dapat dihasilkan dari kombinasi sumber daya lokal dan teknologi yang tepat.
Dengan demikian, buku ini memberikan wawasan yang berharga mengenai pentingnya teknologi pengolahan dan pengawetan pangan berbasis sumber daya dan kearifan lokal. Buku ini mengajak pembaca untuk kembali ke alam (“back to nature”) dalam memproduksi pangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Reviews (0)
Leave a Reply







Reviews
There are no reviews yet.