KARTOGRAFI

KARTOGRAFI

340 Dilihat
3 Terjual

Starting: Rp45.000

Penulis : Denny Indrawanto, Fachri Muhammad Rasyid, Kukuh Mahi Sudrajat, Rini Fathoni Lestari

ISBN : 978-634-7715-79-1

- +
Beli Lewat WhatsApp
  • Description
  • Reviews (0)
  • Description
    Weight N/A
    SKU N/A
    Category

    Buku ini berisikan bahasan tentang konsep dan Sejarah kartografi, peta, skala dan simbolisasi pada peta, generalisasi peta, peta topografi dan desain peta. Secara etimologis, istilah “kartografi” berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani kuno: chartēs (χάρτης) yang berarti ‘lembaran papirus’, ‘kertas’, atau ‘permukaan untuk menulis’, dan graphein (γράφειν) yang berarti ‘menulis’, ‘menggores’, atau ‘menggambar’. Dengan demikian, makna harfiah kartografi adalah “menulis di atas kertas” atau “menggambar di atas lembaran” (Robinson, Morrison, Muehrcke, Kimerling, & Guptill, 1995). Istilah ini pertama kali digunakan secara luas dalam bahasa Perancis sebagai cartographie pada abad ke-19, kemudian diadopsi ke dalam berbagai bahasa Eropa lainnya. Namun, makna harfiah ini jelas tidak memadai untuk menggambarkan kartografi kontemporer. Peta modern tidak hanya hadir di atas kertas; ia dapat berupa tampilan interaktif di layar ponsel, model tiga dimensi, animasi temporal, atau bahkan pengalaman realitas berlapis (augmented reality). Karena itu, definisi kartografi harus melampaui medium fisik tempat peta disajikan dan merujuk pada esensi proses intelektual di balik pembuatan dan penggunaan peta (Kraak & Ormeling, 2020). Salah satu definisi paling klasik dan sering dikutip berasal dari Arthur H. Robinson, yang dikenal sebagai “bapak kartografi modern Amerika”. Dalam bukunya yang monumental, Elements of Cartography, Robinson mendefinisikan kartografi sebagai “the art and science of making maps” (Robinson et al., 1995, p. 3). Definisi yang singkat namun padat ini telah bertahan selama beberapa dekade karena ia berhasil menangkap dua dimensi esensial kartografi. Dimensi seni (art) merujuk pada aspek estetika, komposisi visual, pemilihan warna dan tipografi, serta kemampuan menyampaikan pesan secara indah dan efektif. Peta yang baik tidak hanya akurat secara geometris, tetapi juga enak dipandang, mudah dibaca, dan mampu membimbing mata pengguna ke informasi yang paling relevan. Dimensi ilmu (science) merujuk pada aspek pengukuran, proyeksi matematis, generalisasi data, uji akurasi, dan reprodusibilitas. Kartografer harus menguasai geodesi, trigonometri, statistika, dan fotogrametri agar peta yang dihasilkan memiliki legitimasi ilmiah. Kedua dimensi ini tidak boleh dipisahkan; seni tanpa ilmu menghasilkan peta yang indah tetapi tidak akurat, sementara ilmu tanpa seni menghasilkan peta yang presisi tetapi tidak komunikatif (Dent, Torguson, & Hodler, 2009).

    ISBN : 978-634-7715-79-1

    Reviews (0)

    Reviews

    There are no reviews yet.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    KARTOGRAFI
    Starting: Rp45.000

    Shopping Cart

    No products in the cart.

    Return to shop
    ×

    Nama Toko

    Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

    Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu

    WhatsApp Form