SISTEM AGRIBISNIS BERKELANJUTAN
Starting: Rp60.000
Penulis : Arista Damayanti, Adi Sutanto, Elvida Febriana, Alfath Desita Jumiar, Muhammad Yasin, Astik Drianti, Evy Maharani, Ida Bagus Made Agung Dwijatenaya, Indah Widyarini, Hardi Dominikus Bancin, Leni Sabrina, Sugiyarto, Isna Windani
Description
Reviews (0)
Description
| Weight | N/A |
|---|---|
| SKU | N/A |
| Category | Proses ISBN |
Buku referensi ini bahasan tentang Pengantar Sistem Agribisnis Berkelanjutan, Konsep Pembangunan Berkelanjutan, Struktur dan Subsistem Agribisnis, Sumber Daya dalam Agribisnis Berkelanjutan, Produksi Pertanian Berkelanjutan, Rantai Nilai dan Rantai Pasok Agribisnis, Pemasaran Produk Agribisnis Berkelanjutan, Kelembagaan dan Kemitraan Agribisnis, Pembiayaan dan Investasi Agribisnis, Teknologi dan Inovasi Agribisnis, Dampak Lingkungan dan Pengelolaan Risiko, Kebijakan dan Regulasi Agribisnis Berkelanjutan, Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis Berkelanjutan.
Agribisnis berkelanjutan memandang pertanian sebagai satu sistem yang menghubungkan penyediaan input, budidaya, pengolahan, distribusi, pemasaran, konsumsi, dan pengelolaan dampak. Keberhasilan tidak hanya diukur melalui kenaikan produksi, tetapi juga melalui kemampuan usaha menjaga sumber daya, menciptakan nilai tambah, memperkuat kesejahteraan pelaku, dan bertahan dalam jangka panjang (Kementerian Pertanian RI, 2024; Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional, 2023)
Perubahan iklim, degradasi lahan, ketergantungan input, kehilangan hasil, dan ketimpangan nilai tambah menunjukkan keterbatasan pendekatan produksi yang parsial. Agribisnis kontemporer diarahkan pada sistem yang efisien, inklusif, tangguh, dan ramah lingkungan. Kajian agribisnis Indonesia mutakhir juga menempatkan keberlanjutan sebagai integrasi antara produksi, pasar, kelembagaan, teknologi, dan perlindungan lingkungan (Harahap et al., 2024; Ismi et al., 2024) Dalam hal ini, pertanyaan penting bukan hanya apa yang diproduksi, melainkan bagaimana proses berlangsung, siapa yang memperoleh manfaat, bagaimana risiko dibagi, dan apakah kegiatan ekonomi tetap berada dalam daya dukung lingkungan. Pemikiran rantai nilai dan rantai pasok menegaskan pentingnya koordinasi hulu-hilir serta penciptaan nilai yang lebih adil (Damayanti et al., 2026; Dwijatenaya et al., 2026a)
Reviews (0)
Leave a Reply







Reviews
There are no reviews yet.